Gambaran Pemenuhan Kebutuhan Trombosit Apheresis Dimasa Pandemi Covid-19 di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2020-2021
Latar Belakang: dampak yang terjadi akibat pandemi COVID-19 di UDD PMI DKI Jakarta tahun 2020 mengakibatkan menurunnya stok darah sekitar 60% (Tempo, 2020). Kurangnya pasokan darah menyebabkan pemenuhan terhadap komponen darah mengalami penurunan. Sampai saat ini belum ada data berapa banyak trombosit apheresis yang dapat terpenuhi berdasarkan permintaan di UDD PMI DKI Jakarta. Metode Penelitian: penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif menggunakam data sekunder. Hasil Penelitian: permintaan trombosit apheresis di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 sebanyak 97% dan tahun 2021 sebanyak 95,6%. Permintaan berdasarkan golongan darah ABO ditahun 2020-2021 paling banyak terdapat pada golongan darah O, ditahun 2020 sebanyak 1.680 kantong dan 2021 sebanyak 1.470 kantong trombosit apheresis. Permintaan paling cepat terpenuhi (hari pertama) setelah permintaan tahun 2020 sebanyak 56% dan tahun 2021 sebanyak 49% dan permintaan paling lama terpenuhi (hari ketiga) setelah permintaan tahun 2020 sebanyak 6,5% dan tahun 2021 sebanyak 9%. Salah satu faktor gagalnya donor trombosit apheresis adalah kekeruhan plasma, di tahun 2020 terdapat sebanyak 38,9% dan di tahun 2021 41,64% calon donor yang gagal sebab plasma yang keruh. Simpulan: pemenuhan terhadap permintaan trombosit apheresis di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan, ditahun 2020 permintaan dapat terpenuhi sebanyak 97% dan ditahun 2021 sebanyak 95,6%.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Pemenuhan Kebutuhan Trombosit Apheresis Dimasa Pandemi Covid-19 di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2020-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd