Persentase Hasil Reaktif HCV Metode ChLIA pada Pendonor Baru dan Berulang di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019-2020
Latar Belakang: Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV) yang dapat ditularkan melalui darah dengan melalui paparan darah dalam jumlah kecil. Hal ini dapat terjadi melalui penggunaan narkoba suntikan, transfusi darah dan produk darah yang tidak di uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD), dan praktik seksual yang mengarah pada paparan darah. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui persentase hasil reaktif HCV metode ChLIA pada pendonor baru dan berulang di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2019-2020. Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua data pendonor darah di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2019-2020. Metode Penelitian: pengumpulan data dengan mengambil data sekunder. Hasil Penelitian: Dari 336.118 pendonor pada tahun 2019, terdapat 57.954 pendonor baru dan 278.164 pendonor berulang, sebanyak 868 pendonor memiliki hasil pemeriksaan ChLIA reaktif HCV dan ditemukan pada donor baru 640 (1.104%) dan donor berulang 228 (0.082%), sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 264.701 pendonor, terdapat 67.444 pendonor baru dan 197.257 pendonor berulang, sebanyak 1.091 pendonor memiliki hasil reaktif dan ditemukan pada donor baru 894 (1.326%) dan donor berulang 197 (0.100%). Saran: Berdasarkan data yang diambil persentase tertinggi ada pada pendonor baru, diperlukan peningkatan dan pengawasan dalam seleksi donor darah, terutama pada pendonor baru untuk mencegah resiko penularan penyakit lewat transfusi darah.
Detail Information
Citation
. (2021).Persentase Hasil Reaktif HCV Metode ChLIA pada Pendonor Baru dan Berulang di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019-2020.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd